• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Tampilkan postingan dengan label Minuman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minuman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 September 2017

Wedang Cemoe-Nak

Pernah dengar Cemoe ?. Kalau anda tinggal di wilayah Ponorogo, Madiun dan sekitarnya tentu pernah dengar. Tetapi mungkin nama “Cemoe” agak asing ditelinga anda yang bukan asli penduduk Ponorogo atau Madiun. Yupz.., Minuman hangat yang satu ini hanya dapat ditemui di wilayah Ponorogo, Madiun dan sekitarnya. Di daerah lain Cemoe mungkin agak mirip dengan Wedang Ronde, Bajigur atau Sekoteng.
 
Cemoe atau Wedang Cemoe adalah sejenis minuman hangat yang berbahan utama roti tawar yang dipotong-potong, kacang goreng, bawang goreng, santan, Jahe dan dikasih daun pandan. Sebagian Cemoe ada yang ditambahkan susu kental manis, mutiara dan kolang-kaling.

Hemm…, dah kebayang rasanya kan ?. Hangat gurih manis dengan aroma yang harum, sangat cocok untuk menghangatkan tubuh saat malam. Makanya minuman ini menjadi primadona bagi banyak orang yang suka menikmati suasana malam. Di Ponorogo anda dapat dengan mudah menjumpai warung yang jual wedang cemoe.

Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati minuman yang satu ini bila anda sedang berkunjung di Ponorogo..

Es Dawet Jabung (nTabss)

DAWET sudah jamak dikenal masyarakat Indonesia. Namun, dawet jabung yang ada di Desa Jabung, Ponorogo ini memiliki daya tarik berbeda. Nama yang diambil dari asal desa, menjadi sorotan masyarakat dari berbagai kota, di sekitar Ponorogo. 
“Rasanya memang beda dengan dawet-dawet umumnya. Dan uniknya, nama minuman ini sesuai dengan desanya, Desa Jabung,” ungkap pembeli rombongan dari Tulungagung.

 Satu mangkok dawet jabung dijual dengan harga murah meriah, Rp 2.500. Kombinasi dawet jabung berupa, cendol (dari bahan dasar pati garut), ketan merah, gempol (dari tepung beras berbentuk bulat), bubur sum-sum (dari bahan tepung beras), ditambah potongan nangka sebagai ciri khas untuk mempercantik dan menambah citarasa dawet. 

Warung dawet jabung, setiap hari selalu ramai dengan pembeli dari berbagai kota. Mulai dari pembeli yang mampir karena kehausan, ada juga karena penasaran dengan citarasanya, dan pembeli yang ketagihan. Siapapun yang melakukan perjalanan dan kebetulan melewati kawasan dawet jabung, pasti melakukan ritual menjamu dahulu.

Tidak disangkal lagi, dawet jabung selain memberikan citarasa yang berbeda, serta harga yang ditawarkan ramah di kantong, tidak salah jika disebut minuman khas Ponorogo.
Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak berkunjung di warung dawet jabung. Salah satunya warung dawet jabung Bu Yati yang berokasi di depan pasar Gandu, Jabung, Ponorogo.
Nah, tunggu apalagi? Jika bingung liburan akhir pekan, sempatkan berkunjung ke Ponorogo karena nikmatnya dawet jabung siap melelehkan lidah.

Kamis, 07 September 2017

Es Tellerrrr

PONOROGO – Sore hari ditambah dengan teriknya matahari menambah kering tenggorokan. Sejenak ingin menghilangkan dahaga, terdapat banyak penjual es teler di bumi Reog. Salah satunya es teler yang berada di Kecamatan Bungkal.
Siti (35) warga Kecamatan Balong yang berjualan es teler sejak tahun 2012 lalu mengaku memilih jualan karena sepi pesaing tetapi banyak peminat.
“Kalau jualan di sini ramai dan tidak ada saingan, baru saya saja yang jualan es teler,” jelasnya saat ditemui Cendana News di kedai miliknya, Sabtu (5/8/2017).
Es teler buatannya dibanderol dengan harga Rp4 ribu per porsi. Isiannya ada mutiara, pepaya, kacang tanah, degan dan gula merah sebagai penambah rasa manis dan ada serutan es di atasnya menambah segar es teler ini.
Ia berjualan mulai pukul 10.00 – 17.00 WIB. “Setiap hari saya bisa menjual 200 cup, alhamdulilah laris terus,” terangnya.
Berbeda dengan Siti yang berjualan dengan menggunakan mobil, penjual es teler satu ini memiliki outlet yang besar dan berada di pusat Kota Ponorogo, tepatnya sebelah timur alun-alun Ponorogo.
Agung (40) salah satu karyawan menjelaskan, kedai ini selalu ramai didatangi pembeli terutama saat siang hari. Mengingat posisi kedai berada di pusat kota memudahkan para wisatawan atau warga Ponorogo untuk mampir menikmati seporsi es teler.
“Di sini per porsi harganya Rp8 ribu, biasanya paling ramai saat libur atau ada acara Grebeg Suro di alun-alun,” tandasnya.
Isian es teler kedai Oke ini mulai dari mutiara, karamel, alpukat, susu, kacang dan pepaya. “Isiannya sama seperti es teler lainnya di Ponorogo, cuma di sini beda porsi, lebih besar,” tuturnya.
Jika berkesempatan mampir di Kota Ponorogo dan ingin menikmati sajian nan menyegarkan ini, kedai Oke buka mulai pukul 09.00-21.00 WIB.

Es Dawet Gempol kian Nampol

PONOROGO — Siang yang terik memang paling pas jika ditemani minuman penghilang dahaga, salah satu minuman khas Ponorogo yakni es dawet gempol. Minuman ini berisi cendol atau dalam bahasa Jawa sering disebut dawet, gula jawa sebagai rasa manis, kuah santan, tape ketan hitam dan tentu saja gempol. Yang berbeda jika biasanya es dawet tidak ada gempolnya, di Ponorogo ada gempolnya. 

Gempol sendiri terbuat dari tepung beras yang diolah dan dibentuk bulat menyerupai bola bekel. Satu porsi es dawet diberi satu bola gempol. Rasa es dawet yang manis, dicampur asamnya tape ketan hitam dipadukan dengan gempol, rasanya sungguh luar biasa.
Penjual Es Dawet Gempol Mak Bing yang terletak di sebelah barat alun – alun Ponorogo ini sudah legendaris. Bagaimana tidak, hingga saat ini sudah ada tiga generasi penerus. Dan masih banyak peminatnya.
“Kami buka sejak tahun 1979, saya sudah generasi ketiga,” jelas Yuni (44 tahun) saat ditemui Cendana News, Sabtu (29/4/2017).

Yuni menerangkan untuk satu porsi es dawet gempol dijual dengan harga Rp6 ribu. Cara penyajiannya berbeda, es dawet disajikan dengan mangkok dan ada piring sebagai alas.
“Kami buka dari jam 08.00-18.00 WIB, paling ramai biasanya saat Sabtu-Minggu atau pas ada acara di alun-alun,” ujarnya.
Selain Es Dawet Mak Bing yang sudah terkenal di Ponorogo, juga ada Es Dawet Gempol Etik yang terletak di Desa Jabung. Jabung memang terkenal sebagai sentra penjual es dawet, namun untuk es dawet gempol masih jarang.
“Di sini setiap rumah pasti jual es dawet, karena memang sentra, tapi yang jual es dawet gempol di Jabung baru saya,” tutur Etik.
Meski baru tiga tahun berdiri, warung es miliknya tidak pernah sepi pembeli. Pasalnya, selain karena es dawet gempol masih jarang, Etik selalu menjaga kualitas rasa es dawetnya.